Selasa, 06 Desember 2011

Sholawat Untuk mu Wahai Nabiku


Kurang lebih makna yang terkandung seperti ini:

Shalawat serta salam ku persembahkan kepada mu wahai kekasih ku
Sebagai bukti keteguhan ku,wahai Nabi saw (kekasih ku)
Engkaulah sebenar2nya pemberi peringatan pada masa mu
Wahai kekasih ku,wahai Rasulullah saw yang bercahaya wajahnya penunjuk jalan kebenaran
Tak lekang sholawat tercurah pada mu wahai pembawa kebenaran,laksana hembusan angin yang kencang.



Terima kasihku pada mu wahai Nabi Muhammad SAW. Semoga aku bisa meneladani diri mu dan riwayatmu. Karena asal Nabi Muahammad SAW tahu, hati ini selalu bertasbih dan berdzikir memanggil-manggil nama mu.





Doa Hamba Sore Ini

Ya Rabb...
Sekali lagi aku melakukan banyak kesalahan dan kealpaan

Ya Rabb...
Sekali lagi aku melakukan dosa yang sebelumnya telah aku taubatkan

Ampuni aku wahai Rabb yang Maha Melihat, Maha Mendengar

Bila rasa ini jadi penanda imanku padamu
Jadikanlah ia selalu ada dalam sanubariku
Buatlah ia selalu bisa mengekangku dari perbuatan hina dina nafsuku
Karena sesunggunya perjuanganku untuk mereka Ya Rabb...

Ridhoilah perjalananku wahai zat yang Maha Berkehendak
Amin

A Walk To Remember


A Walk To Remember....

Sebuah jalan untuk dikenang
Sebuah waktu untuk diingat

A Walk To Remember....

Sebuah kenangan untuk bahagia
Sebentuk masa untuk bercerita

A Walk To Remember....

Waktu yang jadi misteri
Waktu yang hanya ilusi
Waktu yang tak dapat dicari dan dibeli




Senin, 05 Desember 2011

Looking For My Somewhere Over The Rainbow

Somewhere Over The Rainbow

Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I heard of
Once in a lullaby.

Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.

Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far
Behind me.
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me.

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly.
Birds fly over the rainbow.
Why then, oh why can't I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?


This song really gaves me spirit to pursue my dreams. It tells about a faithful to find a safe place to live someday.  Somewhere Over the Rainbow, a home with full of joy and laughter, with full of love and warmness. Yeah, I will find my own somewhere over the rainbow someday, a place where I can raise my voice and become What I Want!

What I will Be Next...

I Will Be 


There's nothing I could say to you
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me
All the pain, the tears I cried
Still you never said goodbye and now I know
How far you'd go

I know I let you down but it's not like that now
This time I'll never let you go

I will be all that you want and get myself together
'Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day and make everything okay

I thought that I had everything
I didn't know what life could bring
But now I see, honestly
You're the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe 'cause you're here with me

And if I let you down, I'll turn it all around
'Cause I would never let you go

I will be all that you want and get myself together
'Cause you keep me from falling apart
And all my life, I'll be with you forever
To get you through the day and make everything okay

Without you I can't breathe
I'm not gonna ever, ever let you leave
You're all I got, you're all I want, oh
'Cause without you I don't know what I'd do
I can never, ever live a day without you
Here with me, do you see you're all I need?

And I will be, all that you want and get myself together
'Cause you keep me from falling apart
And all my life, I'll be with you forever
To get you through the day and make everything okay

I will be all that you want and get myself together
'Cause you keep me from falling apart
And all my life, I'll be with you forever
To get you through the day and make everything okay





Those beautiful lyrics was tell me about giving and sincerity. It also gave me one big question, What I will be in the next episode of my life? But whenever I go and whatever I will, I will be what my Parents want.

Song By Avril Lavigne

Senin, 28 November 2011

Keep Moving Forward And Facing The Giants!!


Menjadi remaja memang tidaklah mudah. Banyak jurang-jurang  dan tikungan-tikungan licin yang dapat menggelincirkan kita untuk meraih keberhasilan. Sama halnya seperti masa-masa akhir SMA, ketika persoalan mengenai ujian nasional serta masuk perguruan tinggi begitu menguras pikiran.

Mendapatkan nilai NUN terbaik dan diterima di PTN favorit. Ya, itu memang yang sekarang selalu saya tancapkan di pikiran. Berusaha semaksimal mungkin menerima pelajaran di sekolah dan meluangkan banyak waktu untuk belajar. Tapi itu juga yang begitu terasa sulit, mengingat hidup di asrama tak semudah hidup di rumah ketika semuanya serba mudah. Mudah diatur. Mudah dihandel. 

Di asrama, semuanya tampak seperti fatamorgana. Jika kita tak pandai-pandai memanfaatkan waktu, maka waktu yang akan melena kita. Ada begitu banyak acara, lomba, dan bermacam aktivitas yang dilakukan teman terkadang membuat kita ingin untuk ikut-ikutan. Belum lagi rasa malas yang selalu hadir ketika akan membuka buku dan pikiran yang mengajak untuk "ayo refreshing dulu, nonton film, ngobrol ma temen, atau ngelakuin hal-hal nyenengin lainnya!" Ya, itu memang yang sekarang saya hadapi, bagaimana menjadi remaja yang efektif dan nggak mudah terpengaruh.

Terkadang saya iri dengan teman yang begitu cerdas dan tampak tak kesulitan menguasai materi pelajaran.  Belum lagi banyak teman saya yang mendapatkan kesempatan untuk mendaftar di universitas luar negeri! Mereka setiap hari mendapatkan bimbingan dan les TOEFL! Begitu menyenangkannya menjadi anak pintar. Jujur saya iri. Bagaimana dengan siswa yang biasa-biasa saja seperti saya?Mereka begitu semangatnya menghadapi hari, seperti sudah tertata masa depan mereka! Lalu saya?

Tapi satu hal yang saya yakini. Allah S.W.T Maha Pemurah. Allah tak akan membiarkan hambanya terlantar saat menuntut ilmu di jalannya. Justru ini tantangan untuk diri saya. Saya akan membuktikan bahwa murid yang banyak belajar akan lebih berhasil dari murid yang banyak di ajar. Yang perlu saya lakukan hanya berusaha semaksimal mungkin, berdoa sesering mungkin, dan tidak perlu iri dengan teman yang lain.

Keep Moving Forward And Facing The Giant!
Let ALLAH S.W.T Guide Me




Minggu, 11 September 2011

Sketsa-sketsa Pendek di Hari Selasa


WAKTU ARIZKY

Arizky tak tahu menahu tentang waktu. Yang pasti ia masih ingin bernyanyi, memberi makan ayam ikan, bersendau gurau dengan teman, atau mendengarkan suara Bryan Adams sambil ginjal-ginjal di kamar. Tapi kenapa jam sudah menunjukkan pukul sebelas. Padahal Arizky belum sempat belanja kaos di pasar, berenang di Kendedes, membaca cerpen Agus Noor vs Djenar Maesa Ayu sambil membayangkan dirinya jadi peri, serta membantu Ayah merenovasi rumah. Ia tak pernah sadar kalau waktu bisa begitu tak ramah. Masih ada PR Kimia yang belum dikerjakan dan janji bertemu pacar di sebuah taman. Ketika jam masih pukul sepuluh Arizky pernah berangan-angan menjadi Presiden, menjadi ahli DNA nomor wahid di seantero jagad, dan berenang bersama ikan pari di samudera. Entahlah, mungkin Tuhan memberikan waktu untuk melena manusia, dan ketika vonis sakit mendekati mati diberikan, manusia merasa waktu begitu singkat. Tik tok tik tok, waktu terus berjalan, sementara Arizky tak tahu harus bagaimana? Sekarang waktu adalah rivalnya, ia harus bisa mendahului waktu. Arizky terus berlari. Dalam pikirannya ia masih ingin untuk nonton film di 21 atau jadi anak paling pintar di sekolah. Tapi Arizky tahu, harus bermunajat pada-Nya. Sebelum rumahnya berubah jadi labu dan dia dikutuk jadi batu.

NOMOR SATU

Gimana rasanya kalo kamu nggak punya cukup waktu, untuk berbakti pada Ibu dan Bapak. Untuk meraih cita-cita. Untuk jadi nomor satu di kelas.
Bapakku selalu bilang aku harus jadi nomor satu, bukan dua, bukan tiga. Tapi nyatanya aku selalu jadi nomor dua, bahkan tiga, bahkan empat.
Nomor satu nggak bakal dilupa
Nomor satu nggak bakal terinjak
Nomor satu itu dipercaya
Nomor satu itu juara
Nomor satu itu istimewa
Nomor satu itu number one
Kamu harus jadi nomor satu!
Itu kata Bapak.
Terus siapa yang harus jadi nomor dua, nomor tiga, juga empat kalo semua orang di dunia pengen jadi nomor satu?
Aku nggak tahu apa yang aku omongin.
Tapi ketika aku melihat anakku sendiri membaca buku ensiklopedi mahal yang baru kubelikan , aku pengen anakku jadi nomor satu.

SEBELUM WISUDA

Besok adalah hari ketika kamu diwisuda. Semua orang akan berdecak kagum melihatmu naik ke atas panggung. Pasti. Kau bagaikan terbang menuju surga firdaus lalu jatuh menembus awan-awan empuk dan terbaring di hamparan rumput hijau nan nyaman. Perlahan. Semuanya berjalan indah dan tepat pada waktunya. Semua usahamu tak sia-sia. Tak pernah. Setidaknya kali ini. Kau ingat bagaimana kau belajar tengah malam dan sholat hajad juga dhuha tak pernah kau lupakan, serta berjuang sendiri tanpa teman akan berbuah keberhasilan. Kau memang yang terbaik!
Namun tiba-tiba kau terbangun, entah mengapa malam ini resah. Mungkin sedikit nervous karena besok akan diwisuda. Masih dini hari, gumammu sambil kau lihat jam di meja belajar. Lalu kau arahkan pandangant ke kaca apartemenmu. Alangkah terkejutnya dirimu saat menatapi apa yang terjadi di kaca riben berukuran segi empat itu. Di sana, tampak Ibu Bapakmu beserta adikmu menangis di tengah-tengah kungkungan api yang menjilat-jilat seperti lidah naga. Mereka memanggil-manggil namamu. Ingin bertemu, jauh, jauh di sana, di sebuah negeri.
Negeri yang kau ingat bernama Indonesia.


JANJI

Di atas bukit di bawah pohon randu kita pernah mengubur janji. Seperti katamu, “Everybody have their own path,” kita berpisah. Kau menjemput matahari, aku menjemput pelangi.
Tak ada yang pernah tahu rahasia takdir dan hati. Socrates yang bergumam bahwa pemimpin itu babu tak pernah tahu. Colombus yang membuktikan bumi itu akan kembali pada titik awal, tidak melulu berjalan terus juga tak tahu. Atau Mahatma Gandhi yang mati karena memikirkan orang lain sekalipun tak pernah tahu.
Tapi kita tahu, sebuah janji yang terkubur di atas bukit di bawah pohon randu yang sekarang berubah jadi bianglala merah. Tepat 22 tahun semenjak janji itu terkubur, setelah bilang “Everybody have their own path” kau tak pernah kembali untuk menepati janji.



IMPIAN

Gustaf selalu berharap jadi konglomerat atau memiliki kembaran seorang menteri di suatu tempat. Gustaf juga pernah berharap menjadi burung, kupu-kupu, dan pangeran tampan.
Ketika waktu berjalan tik tok tik tok Gustaf memandangi pantulannya di kaca. Tampak miskin dan menyedihkan, ah wajah siapa itu, seandainya ia jadi insinyur. Lalu waktu berjalan lagi tik tok tik tok, dan Gustaf ingin menjadi Tuhan.

SANG BIDUAN

Narsih duduk terpatut di kaca rias. Dipolesnya bibirnya dengan gincu merah terang mengundang. Perlahan pipi-pipinya berselimut bedak murahan. Ia pandangi sosok di kaca rias. Cantik. Ditambah lagi pakaian sejenis babydoll pendek oranye seksi yang ia kenakan, membuat semua lelaki pasti langsung klepek-klepek. Ia ke luar ruangan, bersiap untuk tampil.
Di luar, pentas sudah ramai ternyata, orang-orang menyorakinya mengutusnya segera berdendang.
Malam ini, Narsih siap menyanyi hingga 5 lagu. Yang terpenting uang untuk lebaran akan mengucur. Ah, memang nasib jadi penyanyi orkes, lihatlah Narsih harus bergoyang heboh untuk dapat bonus.
Sembari menyanyi dipandanginya wajah-wajah yang terlena, tertawa, cekakan, dan seperti terhipnotis di bawah panggung. Hingga ia melihat seraut wajah kuyu di tengah-tengah penonton. Wajah hitam penuh lelah dan urat otot yang menyembul di leher, pertanda hidup berat. Itu wajah Bapak. Narsih kaget. Seketika ia terhuyung-huyung di tengah pentas. Ia pingsan.
Ketika sadar Narsih sudah berada di ruang ganti. Mami dan beberapa penggerak diesel sudah mengelilinginya, tampak khawatir. Lalu menyeruak seorang pria tua dari tengah kerumunan menghampirinya. Bapak.
Narsih gemetar. Ia takut. Perlahan Bapak berkata. Terbata-bata. “Narsih, kenapa ka...kamu ndak nyekar ke kuburan Bapak, Nduk?” Narsih tak tahu harus menjawab apa. Matanya berkunang-kunang, gincunya terasa pahit, lidahnya kelu, suara mami yang memanggil-manggil dirinya tak terdengar hanya tampak mulut yang menaganga-nganga lalu buram. Lalu Narsih pingsan, lagi.*

*Malang, 6 September 2011
Mengisi waktu untuk cadangan sewaktu-waktu; Saat antri di tukang cukur, setelah membaca cerpen Djenar Maesa Ayu “Waktu Nayla”, saat belanja di alfamart, saat terpekur sendiri di rumah, saat menjelang maghrib:   Terima kasih untuk Dini, Ziky, Angga, Farah, Mifta, Ema yang mau menjadi tempat curaha-curahanku ini berlabuh di hp mereka masing-masing. Hehehe:p